Ekosistem laut Indonesia tidak hanya mendukung mata pencaharian masyarakat, tetapi juga berperan krusial dalam mengatasi perubahan iklim. Namun, penelitian menunjukkan bahwa degradasi ekosistem akibat perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya laut yang tidak optimal, berkontribusi pada penurunan populasi ikan. Hal ini menimbulkan tantangan bagi ketahanan pangan nasional, terutama di Wilayah Pengelolaan Perikanan 572 (WPP 572), yang mencakup enam provinsi pantai barat Sumatra: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Untuk menjawab tantangan ini, inisiatif Blue Halo S diluncurkan pada acara Ocean 20 dalam KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) G20 di Bali pada November 2022. Blue Halo S adalah pendekatan konservasi laut dan pengelolaan perikanan terpadu yang bertujuan menyelaraskan perlindungan sumber daya kelautan Indonesia, mendukung perekonomian kelautan, dan memitigasi dampak perubahan iklim.
Mekanisme Adaptasi Ekosistem Biru, atau Blue Ecosystem Adaptation Mechanism (BEAM) adalah proyek yang diusulkan kepada Green Climate Fund (GCF), dan akan diterapkan pada 2027 hingga 2032 di WPP 572. BEAM adalah inisiatif pendanaan hibah untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mencapai pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan serta melestarikan ekosistem laut. Melalui dua komponen, yakni menciptakan lingkungan yang mendukung transisi ekonomi biru, dan menyediakan hibah untuk organisasi masyarakat sipil, pemerintah, dan lembaga lokal melalui jendela hibah yang saling melengkapi.
Tujuan: Menciptakan ekonomi biru yang responsif terhadap iklim di wilayah perikanan Indonesia WPP572 dengan mendukung intervensi adaptasi, mitigasi, dan kesiapan investasi yang dipimpin secara lokal melalui mekanisme pemberian hibah, sekaligus bekerja sama secara erat dengan pemerintah untuk menciptakan kondisi pemungkin yang diperlukan bagi pertumbuhan ekonomi biru yang berkelanjutan baik di WPP572 maupun di seluruh Indonesia.
Negara: Indonesia
Area Hasil: Ekosistem dan layanan ekosistem; Kesehatan dan kesejahteraan, serta ketahanan pangan dan air; Masyarakat dan komunitas yang paling rentan; Kehutanan dan tata guna lahan
Status: Proposal Pendanaan yang akan dipertimbangkan pada Rapat Dewan GCF B.46
Pembiayaan GCF PPF: US$ 1,5 juta melalui modalitas implementasi Layanan PPF055
Pembiayaan GCF yang Diusulkan: US$ 25.490.000
Pembiayaan Pendamping: US$ 36.250.000
Informasi Kontak: Robert Merritt
Catatan Konsep
Layanan PPF
Proyek BEAM bertujuan untuk menciptakan ekonomi biru yang responsif terhadap perubahan iklim di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 572, Indonesia, dengan mendukung intervensi adaptasi, mitigasi, dan kesiapan investasi ekonomi biru yang dipimpin oleh masyarakat setempat melalui mekanisme pemberian hibah, sekaligus bekerja sama dengan pemerintah untuk menciptakan kondisi pendukung yang diperlukan bagi pertumbuhan berkelanjutan ekonomi biru baik di WPP 572 maupun di seluruh Indonesia.
Proyek ini akan dipertimbangkan untuk disetujui pada Rapat Dewan Green Climate Fund (B.46) yang dijadwalkan pada Oktober 2026. Sebagai bagian dari proses pengajuan proyek, dokumen-dokumen utama mengenai Kerangka Pengamanan Lingkungan dan Sosial dipublikasikan dalam bahasa Inggris (versi asli) dan bahasa Indonesia (dokumen terjemahan).
Dokumen-dokumen tersebut dapat dilihat di bawah ini, dan masukan apa pun dapat disampaikan kepada tim pengembangan proyek melalui formulir ini atau melalui email ke pengaduan@konservasi.id.
Gedung Graha Inti Fauzi Lt. 9
Jl. Buncit Raya No.22
Pasar Minggu, Jakarta Selatan,
Indonesia, 12510
