Seperti hutan di dasar samudera, terumbu karang merupakan penyangga terbesar kehidupan laut. Kelompok organisme ini menjadi pemasok oksigen, tempat makan, tempat berlindung, sekaligus tempat berbiak bagi makhluk laut. Raja Ampat merupakan salah satu titik di muka bumi dengan terumbu karang paling kaya di dunia. Raja Ampat, yang terletak di ujung barat Papua, merupakan salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Wilayah ini dikenal sebagai “jantung segitiga terumbu karang dunia” (Coral Triangle) karena memiliki ekosistem laut yang sangat kompleks dan produktif. Berdasarkan data Raja Ampat Geopark (2023), wilayah ini memiliki lebih dari 540 hingga 600 spesies karang keras, yang mewakili sekitar 75 persen dari total spesies karang dunia. Perairannya juga menjadi rumah bagi lebih dari 1.500 spesies ikan, menjadikannya kawasan dengan keanekaragaman ikan terbesar secara global menurut Journee Mondiale (2024). Selain itu, penelitian Raja Ampat Biodiversity (2023) mencatat sekitar 550 hingga 700 jenis moluska hidup di perairan ini. Keindahan alam Raja Ampat berpadu dengan kekayaan budaya masyarakat lokal yang masih memegang teguh tradisi konservasi seperti Sasi laut, sebuah sistem pengelolaan adat yang menjaga keterlanjutan sumber daya (Konservasi Indonesia, 2022). Untuk menjaga kekayaan tersebut, pada tahun 2004 dibentuklah Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Raja Ampat. Conservation International (CI) adalah salah satu lembaga yang mendampingi proses pembentukan tersebut sejak tahap inisiasi, pembentukan, membangun tata kelola hingga mendukung pengelolaannya. CI adalah lembaga internasional yang telah bekerja di Indonesia lebih dari 1 dekade. Sejak 2021, kerja-kerja CI dilanjutkan oleh Konservasi Indonesia (KI) sebagai mitra utama CI di Indonesia. Upaya mendukung pengelolaan KKPD Raja Ampat, ada beragam jejak yang ditorehkan baik pada masa operasi CI maupun KI. Berbagai inisiatif telah dilakukan, mulai dari penguatan kebijakan, pengelolaan berbasis masyarakat, hingga pengembangan ekowisata berkelanjutan. Pengalaman panjang ini menyimpan banyak pembelajaran berharga, baik dari sisi strategi, tantangan, maupun inovasi lokal. Untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan pembelajaran tersebut, diperlukan sebuah buku yang tidak hanya informatif, tetapi juga ditulis dengan gaya populer agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Buku ini diharapkan menjadi referensi inspiratif bagi pengelola kawasan konservasi lain di Indonesia dan dunia.
Konsultan/Konsorsium akan memberikan pendampingan komprehensif meliputi:
- Mengembangkan sebuah buku populer yang menyajikan cerita-cerita nyata tentang praktik baik pembangunan berkelanjutan di Raja Ampat yang didukung oleh CI dan dilanjutkan oleh KI, dengan pendekatan naratif yang humanis, berbasis data, dan mengangkat suara lokal.
- Mendokumentasikan seluruh jejak tersebut dan mengembangkannya untuk disajikan kepada publik dan mitra sebagai referensi inspiratif bagi perluasan pengelolaan kawasan konservasi dan upaya terkait lainnya di Indonesia maupun global.
Unduh PDF untuk informasi lebih lengkap.










